Monday, September 19, 2011

traktakdungceesss moment

judulnya aneh ya. biarin. abis saya juga bingung mau kasih judul apaan. peristiwanya memang udah lewat. tapi sampe sekarang saya juga suka bingung kalo mengingatnya. pokoknya traktakdungceesss banget deh.


selasa minggu lalu saya pergi novena Santo Antonius Padua. seperti biasa, saya milih misa jam lima sore. lebih adem. dan seperti biasa juga saya misa bareng papa mama dan widha. kami memilih duduk di bangku yang seperti biasa, di sayap kanan gereja dengan posisi agak di tengah. soalnya kami datengnya mepet. jadi ga bisa milih tempat yang lebih enak lagi.


misanya berjalan kayak biasa. lagu pembukaan, doa novena tahap pertama, bacaan pertama, dan selanjutnya dan selanjutnya. pokoknya ga ada yang sepesial deh. lagu pembukaannya juga yang biasa dinyanyiin tiap selasa.


nah tiba saatnya salam damai. saya salaman sama papa, sama mama, sama widha. lalu dilanjut salaman sama orangorang yang duduk di depan dan belakang kami. setelah salam damai, si mama narik saya lalu bisikbisik:
mbak, itu ada cowok ganteng. yang duduk depannya papa persis. tinggi, jawa, ganteng. kamu mau ga?


ealaaaahhh...mbok'e!!! kok sempetsempetnya merhatiin cowok sih pas misa. pake nawarin mau atau enggak. emangnya dia kue?!


saya cuma menatap mama bingung sambil cekikikan. waktu saya salam damai sama si cowok yang dimaksud mama, saya ga merhatiin sama sekali mukanya. emang sih saya menatap satu persatu orang yang saya salamin sambil bilang damai Kristus. tapi saya ga sempet deh merhatiin mukanya ganteng atau enggak, Jawa atau bukan. hadeeehhh...


karena tampang saya yang malah bengongbengong bego gitu, si mama bisikbisik lagi:
ih beneran deh dia ganteng. mama kedengeran kok dia berdoa minta apa. dia minta jodoh yang seiman. udah tuh pas sama kamu.


yakaliiii doanya kedengeran. lagian iseng bener nguping orang berdoa. *jedotinkepalakebangkugereja. rasanya pengen purapura ga kenal sama mama terus pindah tempat duduk deh. mana si mama semangat banget ngajarin saya purapura kesandung pas nanti mau ambil komuni dan lewat deket si cowok itu. traktakdungceesss.



-------------------------------------------------------------------------------------------------



malemnya abis novena, saya papa mama dan widha mampir ke carolus jenguk tante rini, mamanya esi. mama saya dan mamanya esi dulu sahabat sejak masih di mudika. kami mengobrol, nonton tv, dan menghabiskan buahbuahan.


gak berapa lama, ada tamu datang menjenguk tante rini. ternyata yang datang adalah teman lamanya para mama saat masih di mudika. saya lupa namanya tante siapa. ibuibu itu asyik ngerumpi. sedangkan saya, widha, dan dito kakaknya esi asyik noton Shaun The Sheep.


mendadak sayupsayup kedengeran si tante temannya mama bilang:
oh ikut novena Santo Antonius? saya dulu ketemu suami saya pertama kali pas ikut novena itu.


traktakdungceesss. bagai di sinetron, si mama langsung memicingkan mata dan seakan suara hatinya kedengeran "tuh kan apa mama bilang. pasti si mas tadi itu jodoh kamu".


oh Tuhan, apakah ini pertanda? *pertanda bahwa si mama pemain sinetron maksudnya. traktakdungceesss banget kan *sigh

Wednesday, August 31, 2011

es krim rasa dikhianati


tergiur oleh promosi seorang sahabat, beberapa hari lalu saya membeli es krim ini. Wall's selection fruit salad. tertulis di bagian depan:

es krim rasa nanas dan stroberi dengan potongan buahbuahan







saya suka buah. dan saya suka es krim. sepertinya si fruit salad ini akan menyenangkan. maka dengan riang hati saya ajak si fruit salad pulang ke rumah.


pertama icipicip agak degdegan sedikit. kirakira buah macam apa yang akan saya temukan ya? janganjangan ada buah yang saya gak suka. saya menunggu papa mama dan damar yang ngicipin duluan. papa bilang: 'ini bukan potongan buah. ini sih jelly'. saya tersenyum lega. baiklah, saatnya saya icipicip sendiri.


si fruit salad ini enak kok. rasanya bikin senyumsenyum gitu. manis menyenangkan. dan jelly warnawarni ini jadi selingan yang lucu di mulut. saya langsung jatuh cinta sama si fruit salad ini :) :) :)




hari ini saya berniat ngabisin si fruit salad yang masih ada di lemari pendingin. iyalah, ga mungkin langsung saya abisin waktu saya beli. berat bersihnya 750 ml. dimakan berempat bareng papa mama damar aja butuh waktu 3 hari untuk habis.



saya keluarin si fruit salad yang tinggal sedikit dari lemari pendingin, ambil sendok, dan duduk manis depan komputer sambil main The Sims Social. nggak butuh waktu lama, si fruit salad langsung ludes. karena masih pengen, saya pun jilatjilatin sendoknya. hehehe



isengiseng saya baca tuh setiap tulisan yang ada di kemasan fruit salad (sambil masih jilatjilatin sendok). pas bagian komposisi, saya terperanjat. APAAAA??!!! ADA PEPAYANYA??!!! sontak berhenti jilatin sendok. saya lari ke dapur. kumurkumur. dan mual.


errrggghhh...saya ga bisa deh kalo ada pepayanya. saya musuhan sama pepaya. dari TK. dan belum ada niatan untuk berbaikan. maka ketika mengetahui bahwa fruit salad yang saya cintai ternyata menjalin hubungan dengan pepaya, saya patah hati. rasanya kayak diselingkuhi oleh pacar sendiri. bikin eneg. mual. pingin muntah.


:(



Tuesday, August 30, 2011

nama saya....

kalo kata Shakespeare: 'apalah arti sebuah nama?'. tapi justru saya malah makin kepikiran sama arti nama saya. apalagi kalo kata orangorang, nama itu adalah doa. saya kan jadi makin degdegan pengen tau arti nama Giasinta Angguni Pranandhita.



pembicaraan soal arti nama saya ini dimulai hari senin kemarin. saya dan beberapa teman sedang menikmati makan malam di rumah makan cepat saji. pembicaraan ringan dan cenderung tidak penting sih. malah lebih banyak menertawakan ceritacerita yang mengalir dari mulut saya.


tapi justru dari yang tidak penting itu saya malah jadi kepikiran. saya pun mulai menelaah nama saya. kata per kata. berusaha mencari tahu arti dan filosofinya. yuk silakan disimak.



Giasinta
nama Giasinta ini adalah nama baptis. nama baptis biasanya diambil dari nama orang suci (santo atau santa). sebenarnya Giasinta bukan nama yang lazim saya dengar. malah dulu saya cenderung meragukan ada santa yang bernama Giasinta. saya lebih sering mendengar nama Yasinta atau Hiyasinta. kalo kata papa, santa Giasinta sebenernya tulisannya Giacinta. tapi di-indonesia-in sama papa jadi Giasinta. udah, saya taunya cuma segitu aja.
hingga akhirnya waktu saya SMP, saat saya lagi belajar untuk menerima sakramen krisma, saya mendapat tugas mencari tahu sejarah hidup santa pelindung saya. bongkarbongkar ensiklopedi orangorang suci, akhirnya saya menemukan santa Giacinta Marescotti. di buku itu saya baca, Giacinta lahir dengan nama Hyacinta. hidupnya begajulan banget. lalu akhirnya bertobat dan masuk biara. pas masuk biara, ganti nama jadi Giacinta.
nah, sebelum saya nulis postingan ini, saya sempatkan diri dulu untuk cari tau lebih lengkap tentang santa Giacinta Marescotti ini. dan saya menemukannya di sini. Pas dibaca ya emang mirip sama cerita yang saya baca dulu. tapi yang saya temukan ini lebih bikin pengen jedotjedotin kepala di tembok pas baca. jadi, Giacinta waktu kecilnya baik namun berubah jadi pendendam dan bertabiat buruk karena bete dilangkahi sama adiknya. adiknya nikah duluan, bok!
kyaaaaaa pengen pingsan banget pas baca. uwooohhhh....papa mama tau sejarahnya ga sih pas milih nama ini? *gigitgigitsaputangan



Angguni
kata papa, nama Angguni itu dipilih agar saya tumbuh menjadi perempuan yang anggun. hehehehe. saya jadi merinding disko pas denger. kok ya jadinya kebalikannya gini? saya sama sekali jauh dari kesan anggun. slengean, seenaknya sendiri, ceplas ceplos, caur, dan entah apalagi julukan yang diberikan temanteman melihat kelakuan saya seharihari. hehehehe. saya sih cuma bisa cengarcengir saja.
lagian, saya lebih sering dipanggil dengan nama panggung: Gone. lebih terkenal dengan nama itu ketimbang nama Angguni. balik lagi ke soal nama adalah doa. nah gimana saya bisa menjadi perempuan yang anggun kalau saya sendiri jarang dipanggil dengan nama Angguni? kan saya jadi ga didoain sama kalian semua yang manggil saya. hehehehe *caricarialasan



Pranandhita
kata papa lagi (ya iya, wong yang pilihin namanya si papa), Pranandhita itu berasal dari bahasa Sansekerta. prana dan dhita. prana artinya hati. dhita artinya bahagia. jadi ceritanya si papa berharap saya tumbuh menjadi anak yang membawa kebahagiaan untuk hati setiap orang. ceileee. kalo yang ini sih kayaknya berhasil doanya. saya seringkali dipuji karena lucu dan menghibur. hahahaha, didoain jadi badut pesta ulang tahun dong.


jadi kesimpulan ngawur saya untuk nama Giasinta Angguni Pranandhita adalah:
seorang perempuan (yang mestinya) anggun yang kelahirannya diharapkan membawa kebahagiaan di hati banyak orang tetapi malah tumbuh begajulan karena bete dilangkahin adeknya nikah duluan dan berakhir di biara.
oh tidak! AHAHAHAHAHAHA


tambahan:
saya juga punya nama krisma. tapi berbeda dengan nama baptis, nama krisma itu ga dipake seumur hidup. nah nama krisma saya adalah Theresia. setau saya (semoga saya nggak sotoy), santa Theresia tuh ga cuma satu. ada beberapa yang namanya Theresia. berhubung yang kasih nama krisma saya ketika itu adalah almarhum mbah uti, maka waktu itu saya tanya dong Theresia yang mana. kata mbah uti sih Theresia yang pendoa. nah loh. itu Theresia siapa ya. kayaknya sih Theresia Lisieux.
sekali lagi sodarasodara, nama itu adalah doa. dan kayaknya nama krisma Theresia ini lumayan jadi doa yang mujarab buat saya. beberapa teman pernah bilang bahwa nitip doa sama saya jaminan terkabulnya besar. makanya lumayan banyak tuh yang sering nitip saya doain. yang minta jodoh lah, yang minta dapet kerjaan lah, yang minta supaya sembuh lah. ini bukannya mau sombong loh ya. emang sih semuanya juga tetep aja Tuhan yang ngabulin. saya kan cuma bantuin nyampein aja ke Tuhan. dan Tuhan emang adil banget. yang dikabulin justru doa titipan. doa saya sendiri? hehehe, belum tentu dikabulin. kalo tiap kali berdoa, permintaan saya dikabulin, nanti saya jadi orang yang ga tau terima kasih, minta melulu sama Tuhan, sombong, dan bisa aja jadinya malah ngerasa lebih Tuhan daripada Tuhan sendiri. hiiii...amitamit. jangan sampai ah *ketokmejatigakali


yak sekian cerita tentang nama saya. sebenernya masih ada lagi namanama panggilan saya yang lain, seperti misalnya: kunil, gone, gondut, gon2, dan masih banyak lagi. semua nama panggilan itu artinya cuma satu: sayang. hehehe. iya dong, kalo sampe punya panggilan khusus buat saya berarti kalian sayang sama saya. hihihi.


kecupbasah

Tuesday, August 23, 2011

biasanya juga sepuluh rebu

tukang ojek di depan jalan salemba bluntas, yang deket rumah sakit carolus itu, memang udah lumayan akrab sama saya. hampir tiap pagi saya naik ojek dari Bluntas sampe tempat kerja saya di seberang Mesjid Agung Sunda Kelapa, Menteng.



saya selalu kasih sepuluh ribu untuk jarak yang yaaaa kirakira tiga kilo lah. dari pertama, ga pake nawar, langsung naik, dan begitu turun depan tempat kerja, saya langsung nyodorin lembaran sepuluh ribu. abangnya ga protes, saya pun senang. begitu terus hampir setiap hari kerja selama setahun terakhir ini.



kadangkadang, tapi ini memang sangat jarang, saya naik ojek dari depan 7-eleven Matraman. kalo dilihat secara logika, dari Matraman ke tempat kerja saya cenderung lebih dekat. lebih dekat 200 meter lah. harusnya sih tarif ojeknya bisa lebih murah. delapan ribu kek.



sayangnya itu cuma asumsi saya aja. para tukang ojek di depan 7-eleven ini justru lebih jual mahal. seperti yang terjadi di suatu hari jumat saat saya sudah sangat terlambat untuk ke kantor.


tukang ojek sombong: neng ojek neng

saya: *anggukangguk kasih kode kalo mau naik ojek

tukang ojek sombong: ke mana?

saya: mesjid sunda kelapa bang

tukang ojek sombong: lima belas ribu ya neng

saya: APAAA??? LIMA BELAS RIBUU?? *tak lupa dengan mata melotot macam sinetron

tukang ojek sombong: *tadinya udah mau make helm dan nyalain motornya, eh ga jadi garagara muka saya antagonis abis

saya: gak mau! sepuluh ribu! *tegas jutek nyebelin

tukang ojek sombong: kan macet neng

saya: EH BANG! TIAP HARI SAYA NAIK OJEK DARI SINI. TIAP HARI JUGA MACET. TAPI TIAP HARI JUGA SAYA BAYAR OJEKNYA SEPULUH RIBU *langsung menggonggong

tukang ojek sombong: *mulai males ngeladenin pemain sinetron

saya: *naikin alis sebelah sambil micingin mata

tukang ojek sombong: yaudah dua belas deh neng, dua belas

saya: jadi ga mau nih sepuluh ribu? yakin? *dengan nada dan mimik yang seakan berkata 'lo bakalan nyesel tujuh turunan kalo nggak mau ngangkut gue sebagai penumpang lo'

tukang ojek sombong: *buang muka ga mau ngeladenin

saya: huh! yaudah *ngeloyor pergi


Yes! saya menang. pokoknya saya ga bisa ditipu deh bang. jangan mentangmentang situ nongkrongnya depan 7-eleven terus bisa naikin tarif ojek sembarangan deh. weeekkk!!! xP

Monday, August 22, 2011

bekerja supaya Indonesia bisa makan


Anak ini namanya Sheila. Salah satu murid saya di Wonderful Planet. Umurnya baru tiga tahun lebih dikit. Tahun lalu, Sheila jadi murid saya di kelas Bintang. Sekarang, Sheila tidak duduk di kelas saya lagi, tetapi di kelas Matahari. Hari ini saya sempat ngobrolngobrol sama Sheila ketika kegiatan bermain bebas di luar.


Saya dan Sheila ngobrol di atas perosotan. Saat itu saya menemani Sheila yang ingin melihat motor dan mobil pak polisi yang lewat depan sekolah kami. Kebetulan letak sekolah kami berdekatan dengan rumah dinas pak wapres. Jadi hiburan muridmurid saya setiap pagi adalah melihat dari atas perosotan iringiringan mobil pak wapres yang akan berangkat kerja. Dan adegan yang paling disukai oleh muridmurid adalah ketika motor dan mobil polisi memblokade jalan. Mereka bisa dadahdadah sama pak polisi yang kebetulan berhenti tepat di depan sekolah kami. Tetapi begitu mobil pak wapres lewat, muridmurid saya kurang tertarik dan langsung meluncur turun. Hehehe, pak polisinya lebih terkenal daripada pak wapres.


Tetapi hari ini berbeda. Sheila tampaknya tertarik dengan mobil plat RI 2 yang melintas setelah pak polisi mengamankan arus kendaraan. Sheila tidak langsung meluncur turun ke bawah tetapi memperhatikan iringiringan mobil pak wapres sampai mereka hilang dari pandangan. Dan selama iringiringan itulah percakapan ini berlangsung.


Sheila: itu mobil siapa?

Bu Anggun: itu mobil yang hitam punya bapak wakil presiden

Sheila: ooo...punya pak presiden (mungkin terlalu sulit untuk mengucapkan dan memahami kata 'wakil')

Bu Anggun: bukan pak presiden. bapak wakil presiden (gurunya o'on nih. logika anak tiga tahun kan belom nyampe)

Sheila: iya. punya pak presiden kan? (keukeuh) Emang pak presiden mau ke mana?

Bu Anggun: mau pergi ke istana. mau kerja

Sheila: biar dapet uang ya?

Bu Anggun: iya betul (berusaha mengikuti alur dan logika anak tiga tahun)

Sheila: uangnya nanti buat siapa?

Bu Anggun: hm... buat.... buat Indonesia (jangan diketawain, soalnya saya bingung mesti jawab apa)

Sheila: ooo... buat Indonesia. kalo pak presiden nggak kerja gimana?

Bu Anggun: ya jadi nggak dapet uang dong

Sheila: kalo nggak dapet uang, nanti Indonesianyaaa.... heeemmm..... (dia memasang mimik muka sedih)

Bu Anggun: Indonesianya kenapa? heeemmm itu maksudnya apa?

Sheila: nanti Indonesianya nggak bisa makan!


Jawaban Sheila berhasil membuat saya tertegun beberapa saat. Sampai akhirnya Sheila menarik tangan saya dan mengajak untuk meluncur turun.



Aaaahhh...logika berpikir anak tiga tahun kadang memang suka lompatlompat. tapi jawabanjawaban yang mereka berikan sukses bikin saya terharu campur kagum :) :) :)


Dan sambil meluncur turun melalui perosotan, saya berdoa dalam hati: semoga Sheila besok beneran jadi presiden Indonesia. yang bekerja dengan baik dan sungguhsungguh supaya Indonesia bisa makan.


MERDEKAAAA!!!!
 

(c)2009 racauan si tukang cerita. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger